PELATIHAN : SISTEM MANAJEMEN WAREHOUSE PERGUDANGAN INVENTORY / PERSEDIAAN
SISTEM MANAJEMEN WAREHOUSE (PERGUDANGAN) Inventory / Persediaan
Daftar Isi
Inventory Management (Manajemen Persediaan)
Persediaan : bahan atau barang yang disimpan untuk penggunaan lebih lanjut, baik untuk dijual maupun sebagai masukan dari proses produksi.
Manajemen Persediaan
Analisa inventori umumnya digunakan dalam:
- Pemilahan kebijakan pengorderan
- Reorganisasi terhadap stok yang berlebihan (overstock)
- Layout pergudangan (untuk pengumpulan order)
- Pemilihan kebijakan stockholding (e.g. sentralisasi atau desentralisasi)
- Kelompok A : Pergerakan Cepat (Fast Movers)
- Kelompok B : Pergerakan Sedang (Medium Movers)
- Kelompok C : Pergerakan Lambat (Slow Movers)
- Pilah berdasarkan turnover yang makin kecil (diekpresikan dalam angka)
- Turnover mencakup realisasi penjualan pada tahun kalender terakhir dari keduabelas bulan terakhir
- Satuan turnover dalam angka : dalam jumlah uang, berat atau volume, dsb.
- Moving Average
- Exponential Smoothing
- Teknik Matematika
- Metode Moving Average Nama Material : Cover Plate
- Metode Exponential Smoothing Nama Material : Cover Plate
- Teknik Matematika Trend (Coded Method) Nama Material : Cover Plate
Just-In-Time (JIT) / Sistem Produksi Tepat Waktu
Sistem Operasi JIT - Produksi berlebih (over production)
- Waktu tunggu tinggi (high lead time)
- Transportasi tidak sesuai
- Proses berulang
- Persediaan tinggi
- Gerakan sempit
- Cacat produksi
- Berkurangnya cacat produksi dan proses berulang
- Meningkatkan jumlah pemasok yang menerapkan JIT
- Meningkatkan kualitas proses industri (Zero complaint)
- Mengurangi inventori (Zero Inventory)
- Pengurangan penggunaan ruang pabrik
- Produksi dengan jumlah konstan selama waktu tertentu
- Mengurangi jumlah tenaga kerja
- Meningkatkan produktivitas total industri secara keseluruhan
- Sistem informasi harus bersifat transparan dan komprehensif
- Mode informasi yang diperlukan
- Daftar pemasok material dalam program JIT
- Laporan kualitas yang komprehensif
- Laporan secara rutin kepada : Pemasok Material, Departemen Material, Departemen Pembelian
- Pertemuan secara periodik dengan pemasok material
- Strategi korektif dalam Program JIT
- Membuat daftar masalah kepada pemasok material
- Meminta komitmen pemasok untk menyelesaikan masalah
- Memberikan dukungan teknik dan manajemen kepada pemasok
- Diskualifikasikan pemasok yang tidak memberikan respon
- Melakukan inspeksi secara berkala
- Diskualifikasikan pemasok yang tidak melakukan perbaikan secara terus menerus
- Kelompok kecil artikel (penting untuk keputusan yang spesifik)
20% dari jumlah total artikel diperhitungkan terhadap 80% atau lebih dari total turnover
Dalam Analisa ABC (20/80) ada tiga kategori : A, B & C
4 alasan dilakukan Analisa ABC:
Analisa ABC ditemukan oleh Alfredo Pareto (seorang ekonom Italia) 500 tahun yang lalu yang berpendapat bahwa persentase yang kecil memiliki dampak yang paling besar.
Tiga kategori dalam Analisa ABC:

Aturan dalam Analisa ABC: Ingat : Jangan pernah mengatakan pada pelanggan bahwa mereka termasuk kategori B & C sesuai analisa ABC yang kita buat.

-
Ada beberapa metode yang digunakan dalam penentuan minimum dan maksimum penyimpanan stok di gudang, diantaranya dengan metode peramalan kebutuhan dan safety stock (dengan memperhitungkan waktu tunggu produksi/ lead time dan waktu penerimaan pesanan).
Metode Peramalan
Metode peramalan yang umunya digunakan adalah peramalan kuantitaf dengan deret waktu.
Ada 3 metode peramalan kuantitatif deret waktu, yaitu:

Moving average, 3 bulan
Pemakaian Apr-Jun 2009 = (135 + 139 + 142)/3 = 138.6 Moving average, 4 bulan
Pemakaian Mar-Jun 2009 = (128 + 135 + 139+142)/4 = 136
Moving average, 6 bulan
Pemakaian Jan-Jun 2009 = (125+120+128+135+139+142)/6 = 131.5
Rata-rata kebutuhan bahan setiap bulan adalah = 131.5
Safety stock = 10%
Minimum Stock = 132 pieces dan Maksimum Stok = 144 pieces
Pemakaian Apr-Jun 2009 = (135 + 139 + 142)/3 = 138.6 Moving average, 4 bulan
Pemakaian Mar-Jun 2009 = (128 + 135 + 139+142)/4 = 136
Moving average, 6 bulan
Pemakaian Jan-Jun 2009 = (125+120+128+135+139+142)/6 = 131.5
Rata-rata kebutuhan bahan setiap bulan adalah = 131.5
Safety stock = 10%
Minimum Stock = 132 pieces dan Maksimum Stok = 144 pieces

Rata-rata Selisih = 30/3 = 10
Rata-rata kebutuhan bahan setiap bulan = (138.7+10) = 148.7 pieces
Safety stock = 10%
Minimum Stock = 149 pieces dan Maksimum Stok = 164 pieces
Rata-rata kebutuhan bahan setiap bulan = (138.7+10) = 148.7 pieces
Safety stock = 10%
Minimum Stock = 149 pieces dan Maksimum Stok = 164 pieces


a = 789/6 = 131.5
b = -149/70 = - 2.1286
Persamaan : Y = 131.5 + (-2.1286)X
Untuk bulan Jul 2009, X = -7
Y = 146.399 pieces
Rata-rata kebutuhan bahan setiap bulan adalah = 146.399 pieces
Safety stock = 10%
Minimum Stock = 147 pieces dan Maksimum Stok = 162 pieces
Filosofi Just-In-Time (JIT) : suatu filosofi manajemen yang ditujukan untuk mengilangkan pemborosan yang terjadi pada semua aspek manufaktur dan kegiatan yang berkait.
Konsep Dasar JIT : memproduksi output yang diperlukan, pada waktu yang dibutuhkan oleh pelanggan, dalam jumlah sesuai kebutuhan pelanggan, pada setiap tahap proses dalam sistem produksi, dengan cara yang paling ekonomis atau paling efisien.
JIT dikembangkan dan dipromosikan oleh Toyota Motor Corporation di Jepang (1973)
Konsep Dasar JIT : memproduksi output yang diperlukan, pada waktu yang dibutuhkan oleh pelanggan, dalam jumlah sesuai kebutuhan pelanggan, pada setiap tahap proses dalam sistem produksi, dengan cara yang paling ekonomis atau paling efisien.
JIT dikembangkan dan dipromosikan oleh Toyota Motor Corporation di Jepang (1973)
Mengurangi ongkos produksi dan meningkatkan produktifitas total industri secara keseluruhan dengan cara menghilangkan pemborosan (waste) secara terus menerus.
Definisi pemborosan menurut Fujio Cho dari Toyota adalah segala sesuatu yang berlebih diluar kebutuhan minimum atas peralatan, bahan, komponen, tempat, dan waktu kerja yang mutlak diperlukan untuk proses nilai tambah suatu produk.
Definisi pemborosan menurut Fujio Cho dari Toyota adalah segala sesuatu yang berlebih diluar kebutuhan minimum atas peralatan, bahan, komponen, tempat, dan waktu kerja yang mutlak diperlukan untuk proses nilai tambah suatu produk.
Comments
Post a Comment
Silahkan Komentar nya demi kemajuan blog ini agar bisa berkembang dn semakin bermanfat.